Mitos Seputar Celana JeansBack to News

15 Jan 2016

 

Hampir semua orang pasti memiliki setidaknya 1 pasang celana jeans. Jeans sudah menjadi layaknya sahabat yang setia menemani kamu tiap harinya. Perawatan yang baik dan benar pun harus kamu perhatikan agar celana jeans tersebut awet dan tahan lebih lama. Banyak juga mitos-mitos yang beredar tentang cara merawat jeans yang benar, pertanyaannya apakah semua mitos tersebut benar atau tidak. Kita coba jabarkan berikut ini dari beberapa mitos yang paling sering kita dengar:

• Jangan terlalu sering dicuci
Benar. Mencuci jeans terlalu sering dapat merubah bentuk jeans anda dan memudarkan warnanya. Bila kamu ingin mencucinya, cucilah dengan bagian dalam jeans berada di luar agar warna tetap terjaga. Cucilah dengan air dingin dan usahakan menggunakan deterjen khusus dan tidak perlu mengucek jeans. Biarkan jeans terendam beberapa lama. Setelah bersih, letakkan jeans di atas handuk dan biarkan mengering.
• Jangan gunakan mesin pengering
Salah. Jika jeans kamu mulai melar, coba gunakan mesin pengering agar kembali ke bentuknya semula. Jangan keringkan terlalu lama agar tidak kusut. Ikuti selalu label petunjuk di masing-masing jeans.
• Membekukan jeans dapat mengusir bakteri
Salah. Simak contoh kasus berikut: Percobaan pembekuan ini dilakukan oleh seorang mahasiswa yang tidak pernah mencuci jeansnya selama 15 bulan. Untuk menghindari bau, mahasiswa tersebut membekukan jeans agar bakteri mati. Meskipun beberapa bakteri mati namun ada juga bakteri yang tidak mempan dengan dinginnya kulkas. Dengan kata lain, tidak semua bakteri tersebut mati. Selain itu, kebanyakan bakteri di jeans bisa berasal dari kamu sendiri sehingga suhu tubuh kamu akan membuat bakteri tersebut kembali muncul.
 
Dari hal-hal yang tersebut diatas, mungkin pernah kamu coba sendiri?